Kisah Nabi Adam a.s.

Friday, November 18, 2011


Setelah Allah swt.menciptakan bumi dan gunung-ganangnya, laut-lautanya dan tumbuh-tumbuhannya, menciptakan langit dengan mataharinya, bulan dengan bintangnya yang bergemerlapan, menciptakan malaikatnya. Ia adalah sejenis makhluk halus yang diciptakan untuk beribadah, menjadi perantara zat Yang Maha Kuasa dengan hamba-hambanya terutama para rasul dan nabinya. Maka tibalah kehendak Allah swt. untuk menciptakan sejenis makhluk lain yang akan menghuni dan mengisi bumi, memeliharanya, menikmati tumbuh-tumbuhannya, mengelola kekayaan yang terpendam di dalamnya dan berkembang biak turun-temurun, waris-mewarisi sepanjang masa yang telah ditakdirkan baginya.

Kekhuatiran para malaikat.

Para malaikat ketika diberitahu oleh Allah swt. akan kehendakNya menciptakan makhluk lain itu, mereka khuatir sekiranya kehendak Allah menciptakan makhluk lain itu adalah kerana kesalahan atau kelalaian mereka dalam ibadah dan menjalankan tugas atau kerana mereka telah melakutan kesalahan tanpa mereka sedari. 

Berkata mereka kepada Allah swt. "Wahai Tuhan Kami! Buat apa tuhan menciptakan makhluk lain selain dari kami, padahal kami selalu bertasbih, bertahmid, melakukan ibadah dan mengagungkan nama Mu tanpa henti-hentinya. Sedang makhluk yang tuhan akan ciptakan dan turunkan kebumi itu, nescaya akan bertengkar antara satu sama lain, akan saling bunuh membunuh, berebutan menguasai kekayaan alam yang terlihat di atasnya dan terpendam di dalamnya, sehingga akan terjadilah kerosakkan dan kehancuran di atas bumi yangtuhan ciptakan itu."

Allah berfirman, menghilangkan kekhuatiran para malaikat itu : "Akumengetahui apa yang kamu tidak ketahui dan aku sendirilah yang mengetahui hikmat penguasaan Bani Adam atas bumiKu .Bila Aku telah menciptakannya dan meniupkan roh kepadanya, bersujudlah kamu di hadapan makhluk baru itu sebagai penghormatandan bukan sujud sebagai sujud ibadah, kerana Allah swt. melarang hambaNya beribadah kepada sesama makhlukNya."

Maka diciptakanlah Adam oleh Allah swt. dari segumpal tanah liat kering dan lumpur hitam yang berbentuk. Setelah disempurnakan bentuknya di tiupkanlah roh ciptaan Tuhan ke dalamnya dan berdirilah ia tegak menjadi manusia yang sempurna.

Iblis membangkang.

Iblis membangkang dan enggan mematuhi perintah Allah seperti para malaikat yang lain, yang segera sujud di hadapan Adam sebagai penghormatan bagi makhluk Allah yang akan diberi amanat menguasai bumi dengan segala apa yang hidup dan tumbuh di atasnya serta yang terpendam di dalamnya. Iblis merasad irinya lebih mulia, lebih Utama dan lebih Agung dari Adam, kerana ia diciptakan dari unsur api, sedangkan Adam dari tanah dan lumpur. Kebanggannya dengan asal-usulnya menjadikannya sombong dan merasa rendah untuk bersujud menghormati Adam seperti para malaikat yang lain, walaupun diperintahkan oleh Allah.

Tuhan bertanya kepada Iblis : "Apakah yang mencegahmu bersujud menghormati sesuatu yang telah Aku ciptakan dengan tanganKu? Apakah engkau menganggap dirimu besar dan agung?"
Iblis menjawab : "Aku adalah lebih mulia dan lebih unggul dari dia. Engkau telah ciptakan aku dari api dan menciptakan dia dari lumpur."

Kerana kesombongan dan keangkuhannya melakukan sujud yang diperintahkan, maka Allah telah mengusir Iblis dari syurga dan mengeluarkannya dari barisan para malaikat dengan disertai kutukan dan laknat yang akan kekal sehingga hari kiamat.Di samping itu ia dinyatakan sebagai penghuni neraka.Dengan sombongnya Iblis apa yang diberikan oleh Tuhan itu dan ia hanya memohon agar diberi kesempatan untuk terus kekal hidup hingga hari kebangkitan kembali di hari kiamat. Allah memakbulkan permintaannya itu dan ditangguhkan sehingga hari kebangkitan. Setelah menerima jaminan dari Allah itu, ia tidak bersyukur atas jaminan itu, malah ia mengancam akan menyesatkan Adam, sebagai sebab terusirnya dia dari syurga dan dikeluarkannya dari barisan malaikat, dan akan mendatangi anak-anak keturunannya dari segala sudut untuk memujuk mereka meninggalkan jalan yang lurus dan bersamanya menempuh jalan yang sesat, mengajak mereka melakukan maksiat dan hal-hal yang terlarang, mengoda mereka supaya melalaikan perintah-perintah agama dan mempengaruhi mereka agar tidak bersyukur dan beramal soleh.

Kemudian Allah berfirman kepada Iblis terkutuk itu : "Pergilah engkau bersama pengikut-pengikutmu yang semuanya akan menjadi isi Jahanam (neraka) dan bahan bakar neraka. Engkau tidak akan berdaya menyesatkan hamba-hambaKu yang telah beriman kepada Ku dengan sepenuh hatinya dan memiliki akidah yang mantap dan tidak akan goyah oleh rayuanmu, walaupun engkau menggunakan segala kepandaianmu menghasut dan  memfitnah".

Sumber : E-Keluarga


You Might Also Like

0 person(s) poked me!

Google+ Followers

Subscribe